Sabtu, 05 Maret 2011

ETIKA PROFESI LINGKUNGAN KAMPUS

A. Jelaskan tentang tata tertib kehidupan di Kampus yang berlaku umum untuk semua civitas academica ! Apakah aturan tata tertib memang diperlukan di lingkungan kampus? Jelaskan alasannya!

Jawab:

Tata tertib kehidupan di Kampus yang berlaku umum untuk semua civitas academica merupakan peraturan yang dibuat sedemikian rupa agar acara perkuliahan berlangsung secara baik dan benar tanpa adanya masalah. Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan penyelenggaraan tugas pokok Universitas Gunadarma, diperlukan suasana yang tertib di dalam kehidupan kampus. Untuk menjamin dan memelihara suasana tersebut ditetapkan Tata Tertib Kehidupan Kampus bagi mahasiswa Universitas. Adapun Tata Tertib Kehidupan Kampus yang telah ditetapkan seperti contoh pada pasal 2 yaitu: Mahasiswa bersama civitas akademika yang lain yakni dosen serta komponen yang terkait seperti tenaga administratif berkewajiban untuk melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik dalam rangka mencapai tujuan Universitas Gunadarma.

Alasan diperlukannya tata tertib di lingkungan Kampus adalah karena mahasiswa dan pengajar serta seluruh warga diperlukan suasana yang tertib di dalam kehidupan kampus. Untuk menjamin dan memelihara suasana tersebut ditetapkan Tata Tertib Kehidupan Kampus bagi warga kampus.


B. Jelaskan perilaku/sikap/ tindakan yang sebaiknya tidak dilakukan oleh mahasiswa di kampus! Berikan minimal 10 contoh nyata yang saudara amati dan solusi yang saudara tawarkan!

Perilaku yang sebaiknya tidak dilakukan oleh mahasiswa dikampus adalah :

1. Mencontek saat ujian; solusinya adalah menindak tegas dan memberi hukuman

2. Membuang sampah sembarangan; solusinya adalah menegur dan menindak tegas.

3. Menggunakan obat-obatan terlarang; solusinya adalah memberi hukuman serta manangkap dan mengusut masalah tersebut hingga selesai

4. Merusak alat-alat pada di laboratorium dan di Kampus; solusinya adalah menghukum dengan pergantian alat, serta memberikan sanksi.

5. Membuat suasana gaduh pada saat acara perkuliahan; solusinya adalah menegur dan memberi sanksi

6. Membawa dan menggunakan senjata tajam; solusinya adalah memberihukuman serta manangkap dan mengusut masalah tersebut hingga selesai

7. Bersikap anarkis atau memprovosi mahasiswa lain untuk bertindak anarkis; solusinya adalah memberi hukuman serta manangkap dan mengusut masalah tersebut hingga selesai

8. Berpakaian tidak sopan atau seronok; solusinya adalah menegur dan menindak tegas apabila sudah berlebihan

9. Berbicara tidak sopan; solusinya adalah menegur dan dan menindak tegas

10. Mengobrol saat dosen mengajar atau menerangkan materi solusinya menegur dan memberi sanksi.


C. Jelaskan perilaku/sikap/ tindakan yang seharusnya dilakukan oleh mahasiswa di kampus! Berikan minimal 10 contoh!

Jawaban

1. Saling menghormati dan menghargai kepada teman.

2. Mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri.

3. Berprestasi dalam belajar

4. Ikut serta dalam mengharumkan nama universitas

5. Kreatif, rajin, dan inovatif dalam acara kampus.

6. Berkontribusi untuk membuat suasana kondusif dalam kelas.

7. Memakai pakaian yang sopan

8. Toleransi antar umat beragama di lingkungan kampus

9. Ikut menjaga keamanan dan ketertiban kampus

10. Membuang sampah pada tempatnya.

D. Isilah checklist berikut dengan jujur!, jawablah dengan Ya atau tidak

No Pernyataan Ya Tidak
1. Saya selalu berpakaian yang pantas/ sesuai dan rapi setiap kali ke kampus: YA
2. Saya selalu mengenakan sepatu setiap kali pergi ke kampus: YA
3. Saya selalu datang tepat waktu ke ruangan kuliah: TIDAK
4. Saya merasa bersalah bila datang terlambat di kelas: YA
5. Saya kadang-kadang ngobrol dengan teman pada saat dosen mengajar: YA
6. Saya selalu membuat catatan kuliah: YA
7. Saya menyapa dosen yang mengajar di kelas saya: TIDAK
8. Saya mengenal semua dosen yang mengajar saya: YA
9. Saya membuang sampah selalu pada tempatnya: YA
10. Saya mengingatkan teman yang membuang sampah sembarangan: TIDAK
11. Saya mengatur kembali bangku di kelas setelah kuliah selesai: TIDAK
12. Saya tidak merokok di dalam gedung/ ruangan: YA
13. Saya di kampus pernah ditegur orang lain karena sikap/perilaku saya yang tidak patut: TIDAK
14. Saya pernah menegur mahasiswa lain yang melakukan tindakan tidak pantas di kampus: TIDAK
15. Saya tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh mahasiswa lain di kampus, sepenuhnya adalah tanggungjawab mereka: YA
16. Saya percaya pada kemampuan sendir:i YA
17. Saya pernah nyontek pada saat ujian: YA
18. Saya pernah melakukan plagiat terhadap karya orang lain: YA
19. Saya memberikan kontribusi untuk perbaikan suasana akademik di lingkungan kampus: TIDAK
20. Saya lebih senang bekerja sendiri daripada kerja kelompok: YA

Minggu, 20 Februari 2011

ETIKA PROFESI

1. Jelaskan alasan perlunya etika profesi dalam keteknikan ! Apa yang akan terjadi bilamana profesi keteknikan tanpa etika?

Jawab:

Pengertian etika menurut berbagai sumber adalah:

a. Menurut Drs. OP. Simorangkir

Etika atau etik adalah pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

b. Menurut Drs. Sidi Gajalba

Etika dalam sistematika filsafat adalah teori tingkah laku perbuatan manusia yang dipandang dari segi baik dan buruk sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

c. Menurut Drs. H. Burhanudin Salam

Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

Etika berasal dari kata ethos dari bahasa Yunani yang berarti karakter, watak, kesusilaan tau ada. Etika berkaitan dengan konsep yang dimiliki indiidu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakan salah atau benar, juga baik atau buruk.

Sehingga, dapat disimpulkan etika adalah refleksi dari apa yang disebut batasan-batasan untuk manusia dalam melakukan tindakan.

Sedangkan profesi menurut De George adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilakan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.

Etika profesi sendiri dapat diartikan yaitu etika yang berada dalam bidang khusus atau terapan, yaitu etika yang mengatur dalam profesi seseorang dalam melakukan pekerjaannya.

Jadi, Etika profesi dalam bidang keteknikan adalah keseluruhan tuntutan moral yang harus ada dalam pelaksanaan sebuah profesi keteknikan.

Sederhananya, etika profesi adalah segala aturan dan norma yang nantinya mengatur segala tindakan ataupun keputusan yang dilakukan oleh seorang teknik.

Alasan perlunya etika profesi dalam bidang keteknikan adalah dengan adanya etika profesi seorang teknik akan memiliki batasan dalam bertindak sehingga akan lebih memprtimbangkan segala tindakannnya dalam rangka kesejahteraan dan ketentraman hidup orang banyak.

Seorang teknik yang mempunyai etika profesi yang baik tentunya akan bertanggung jawab atas tindakan yang ia lakukan. Selain itu, dapat menjaga kelakukan dan kejujuran atas apa yang dilakukannya. Sehingga apa yang dilakukannya semata-mata dilakukan bukan hanya untuk mendapat kan keuntungan tapu juga untuk mendapatkan kesejahteraan dan kemakmuran hajat hidup oarang banyak.

Apa yang akan terjadi bilamana profesi keteknikan tanpa etika?.

Yang terjadi adalah banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh seorang teknik, dan hal itu akan banyak merugikan kehidupan orang banyak.

Misalnya saja, bencana alam.

Hal-hal lain yang terjadi misalnya:

a. Penurunan tingak kepercayaan masyarakat kepada seorang teknik tersebut.

b. Pemboikotan produk hasil ciptaan seorang teknik tersebut.

c. Pencabutan kode etik profesinya.

d. Penundaan proyek karena merugikan masyarakat.

Sumber

www.file.upi.edu

www.losdiy.or.id

www.ebooklibs.com

2. Beri contoh minimal tiga kasus pelanggaran etika profesi yang pernah terjadi di bidang profesi keteknikan! Apa dampak yang ditimbulkan?

Jawab:

1. Kasus kebocoran Pengeboran Lapindo Brantas di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Sidoarjo, Jawa Timur

Dampak:

Tergenangnya kawasan pemukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan yang berpengaruh pada aktivitas perekonomian

2. Kasus tragedi Minamata, diMinamata provinsi Kumamoto dan Kagoshima.

Dampak:

Pencemaran lingkungan daerah tersebut dengan zat kimia Methyl Mercury, Pencemaran penyakit oleh zat kimia tersebut pada tubuh enduduk dan bahkan menyebabkan kematian. Kasus ini juga terjadi di Teluk Buyat.

3. Kasus tumpahan Minyak PLTGU Buleleng yang mencemari Pantai Levina.

Dampak:

Pencemaran di Pantai Levina, kematian ikan, merusak terumbu karang.

Sumber:

www.wikipedia.org

www.Seruu.com/menu.id-1688html

www.lombalomba.com

3. Dalam sebuah laboratorium riset dengan 50 orang peneliti telah terjadi kebocoran yang menyebabkan terinfeksinya para pekerja oleh bakteri mematikan. Dalam waktu singkat telah jatuh 10 korban jiwa. Untuk menghambat penyebaran bakteri yang belum ditemukan obat penangkalnya, dilakukan isolasi terhadap fasilitas tersebut. Namun demikian, potensi ancaman kematian masih menghantui 100 ribu penduduk kota tersebut. Satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran penyebaran penyakit tersebut adalah dengan membumihanguskan instalasi riset denagn bom, yang akan meluluhlantahkan fasilitas tersebut termasuk para peneliti di dalamnya. Jelaskan bagaimana cara meyelesaikan cara dilema moral tersebut menurut faham:

a. Kantianisme

b. Utilitarianisme

Jawab:

a. Kantianisme

Kantianisme adalah etika non-konsekuensialisme, karena penekanannya pada kewajiban, maka pemeliharaan sebagai etika kewajiban.

Paham kantianisme adalah paham yang menyatakan keadaan tidak perduli terhadap keputusan yang diambil.

Dalam kasus diatas keputusan yang diambil dengan menggunakan paham kantianisme adalah membumihanguskan instalasi riset tersebut dengan bom, dengan para penelitinya sekaligus. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan jumlah penduduk yang lebih banyak yang ada di kota tersebut yang berjumlah 100 ribu penduduk.

Keputusan ini memang keputusan yang sangat berat untuk dilakukan dan juga merupakan keputusan yang banyak ditentang oleh banyak negara, namun di sisi lain keputusan ini harus di ambil dengan melihat faktor bahwa jumlah pendudum yang harus diselamatkan lebih banyak jumlahnya.

Paham ini dapat dikatakan paham yang egois karena harus memilih antara penduduk yang akan terkena atau membumihanguskan instalasi riset tersebut.

b. Utilitarianisme

Utilitarianisme adalah paham yang diusulkan oleh David Hume untuk menjawab moralitas yang saat itu mulai diterpa badai keraguan yang besar, tetapi pada saat masih tetap sangat terpaku pada aturan-aturan ketat moralitas yang tidak mencerminkan perubahan-perubahan radikal di zamannya.

Secara utuh paham ini dirumuskan oleh Jeremy Bentham. Paham ini disebut dengan teori kebahagiaan.

Utilitarianisme adalah paham yang mengajarkan bahwa yang baik adalah yang membawa manfaat bagi orang banyak. Kelebihan dari paham ini adalah paham yang tidak bersifat egois melainkan paham yang bersifat universal. Kelemahannya paham ini adalah tidak menjamin keadilan dan hak-hak manusia.

Paham ini berasal dari kata latin utilis yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah.

Paham ini lebih banyak disukai jika dinbandingkan dengan paham kantianisme

Dalam kasus di atas jika menggunakan paham utilitarianisme maka keputusan yang diambil adalah menyelamatkan 50 orang peneliti dan juga 10 korban jiwa untuk di obati.

Setelah 50 orang peneliti beserta 10 orang korban diselamatkan kemudian dilakukan cara membumihanguskan instalasi riset tersebut dengan bom, yang akan meluluhlantahkan fasilitas pada instalasi tersebut.

Sumber:

Musaka2him.wordpress.com

Wikipedia.org

Herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id

Sabtu, 18 Desember 2010

Teknik Tenaga Listrik 2

1. Peralatan apa saja yang diperlukan dalam sistem pengadaan energy listrik untuk industri, rumah tangga!

a. Pembangkit
Sebagai sumber tenaga listrik yang antara lain yaitu PLTA, PLTU, PLTD, PLTN, dan sebagainya.

b. Transmisi
Sebagai jaringan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pembangkit ke beban atau ke jaringan distribusi.

c. Distribusi
Sebagai jaringan yang menyalurkan tenaga listrik ke konsumen atau pemakai.


2. Gambar dan terangkan lah cara merubah energy, serta peralatan yang diperlukan!





Berawal pada energi mekanis yang diubah menjadi energi listrik dengan bantuan alat yaitu generator, energi mekanis yang ada menggerakan generator sehingga generator menghasilkan listrik. Selain pengubahan energi mekanis menjadi energi listrik, dalam sistem tenaga listrik juga dikenal perubahan energi listrik yang satu menjadi energi listrik yang lain pada rangkaian berikutnya. Di dalam bagan di bawah ini digambarkan bahwa energi listrik dirubah ke energi listrik yang lain dengan bantuan alat yaitu transformator. Dari energi listrik dapat diubah menjadi energi mekanis dengan bantuan sebuah motor, motor ini berfungsi dengan bantuan listrik sehingga nantinya menghasilkan gerakan mekanis yang memiliki energi mekanis , begitu juga sebaliknya.
Peralatan yang diperlukan dalam sistem perubahan energy listrik adalah sebagai berikut:
a. Generator yaitu piranti atau peralatan listrik yang dapat dipergunakan untuk merubah energy mekanis menjadi energy listrik.
b. Motor yaitu piranti atau peralatan listrik yang dapat dipergunakan untuk merubah energy listrik menjadi energy mekanis.
c. Transformator yaitu piranti atau peralatan listrik yang dapat dipergunakan untuk merubah energy listrik yang satu ke energy listrik lain


3. Apa gunanya transformator?

Transformator (trafo) berguna untuk mengubah energi listrik yang satu ke energi listrik yang lain di mana tegangan keluaran (output) dapat dinaikkan atau diturunkan oleh alat ini sesuai dengan kebutuhan.

4. Dibagi atas berapa macam trafo berdasarkan kegunaannya?

Trafo berdasarkan kegunaannya dibagi atas:
a. Trafo penaik tegangan (step up) atau dapat disebut trafo daya.
b. Trafo penurun tegangan (step down) atau dapat juga disebut trafo distribusi.
c. Trafo alat ukur (instrument).
d. Trafo yang digunakan pada peralatan atau rangkaian elektronik, yaitu untuk memblokir rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain.

Teknik Tenaga Listrik 1

1. Apa yang dimaksud dengan komponen komulatif ?
Komponen komulatif ialah komponen yang arah arus mengalir pada komponen medan seri searah dengan arus yang mengalir dikumparan shunt.
dan terbagi atas:
- Komponen lebih (over compound)
- Komponen kurang (under compound)
- Komponen rata (flat compound)

2 Jelaskan apa yang dimaksud dengan komponen diferensial?
Komponen diferensial ialah komponen yang arah arus mengalir pada komponen medan seri berlawanan dengan arus yang mengalir dikumparan shunt.

3. Suatu generator arus seri 50 KW, 250 Volt, resistant kumparan jangkar 0,1 ohm. Rugi tegangan pada sikat tidak ada, Hitung:
a. arus jangkarnya bila bekerja pada beban penuh.
b. resistant medan seri tegangan yang dibangkitkan = 300 volt

jawab:

diket :
P output = 50 KW;
Vt = 250 Volt;
Ra= 0,1 ohm
Eg= 300 volt.

a. Arus jangkarnya.
Ia = P output = 50.000 = 200 ampere
Vt 250

b. Resistant medan seri
Eg= Vs + Ia Ra + I Rs +rugi tegangan pada sifat
300 = 250+ (200 x 0,1) + (200 x Rs ) +0
300 = 270+ 200 x Rs
Rs = 30/200
= 0,15

Jumat, 22 Oktober 2010

analisis dan estimasi biaya

Company memproduksi komputer mainframe. Biaya utama (Prime Cost) untuk memproduksi satu komputer adalah sebesar $ 300.000 dan biaya konversinya adalah $ 400.000, sedangkan total biaya manifaktur sebesar #600.000.
Tentukan besarnya biaya tenaga kerja langsung per computer!!

Diketahui:
Biaya utama = BBB + BTKL
= $300.000
Biaya Konversi = BTKL + BOP
= $400.000
Biaya Manufaktur = $600.000
Ditanya
Tentukan besarnya BTKL per computer!
Jawaban:
Biaya Manufaktur (produksi) = (BBB + BTKL) + (BTKL + BOP)
$600.000 = $300.000b + $400.000b
$600.000 = $700.000b
b(BTKL) = $700.000 - $600.000
= $100.000
Jadibesarnya BTKL perkomputer adalah $100.000

Kamis, 10 Juni 2010

Indonesia 2050

Pendahuluan
Cita-cita atau impian hari depan organisasi yaitu skala organisasi, visi organisasi atau organization visioning(John P. Kotter, 1996). Demikian juga dengan Visi Indonesia 2050 juga merupakan impian yang ingin dicapai bersama.
Bagaimanapun, kita harus memiliki visi dan misi yang terukur dalam upaya menggapai cita-cita bangsa ini dalam jangka panjang, sementara apa yang tercantum dalam Pembukaan dan UUD 45 baru (perubahan 1 sampai dengan 4) tidak mencantumkan ukuran dalam pencapaian pembangunan, karena bersifat relatif.
Pembangunan nasional itu sendiri harus bisa terukur, sehingga kemajuan yang dicapai dapat memiliki akuntabilitas, transparansi, dan akseptibilitas yang tinggi di mata masyarakat dan juga di mata dunia.
Dari balik rongga gelap ketidakjelasan tahun 2050, seakan muncul kekuatan magnetik luar biasa yang menggerakkan pikiran, perhatian, perasaan, dan tindakan banyak bangsa. Banyak negara dan bangsa seolah dibuat gelisah, seolah tidak sabar menunggu datangnya era baru dalam satu generasi mendatang.
Bagaimanakah sesungguhnya realitas dunia tahun 2050, yang menggetarkan dan mengerakkan banyak bangsa? Lebih khusus lagi, bagaimanakah nasib bangsa Indonesia pada tahun itu?
Tanda-tanda perkembangan tahun 2050 bagi banyak negara sudah mulai dirasakan sekarang ini. Tidaklah mengherankan, sejumlah negara tergerak memacu percepatan kemajuannya, berlari tunggang langgang, meraih kemajuan di dunia yang digambarkan semakin datar, the world is flat.
Tanpa membiarkan mata terpejam sedikit pun, konsentrasi diarahkan ke depan untuk menatap tujuan hidup yang lebih baik, yang menjamin kesejahteraan hidup, kemerdekaan individu, perlindungan hak asasi dan demokrasi. Tidak sedikit bangsa gamang menghadapi tantangan dalam menggapai masa depan yang lebih baik, tetapi lebih rumit.
2. Pernyataan Visi
Dalam konsep manajemen strategi, pernyataan visi haruslah mengandung unsur “soft” yang bersifat appealing (gambaran masa depan yang jelas kepada para stakholder, sehingga memberi semangat dan spirit kebersamaan dalam partisipasi dan kontribusi) dan meaningful (harus bisa memberi makna yang cerdas dalam menggugah emosi positif stakeholder). Selain itu, maka visi juga harus mengandung unsur hard berupa fisibilitas (menjadi dasar bagi tujuan yang bisa dicapai dengan resource, energi, dan waktu yang ada) dan measurable (bisa diukur agar pencapaiannya dapat dievaluasi).
Memang pernyataan visi haruslah agak bombastis dan bersifat out of the box, sehingga mampu menggugah otak bawah sadar kita untuk mempunyai gairah dalam mencapainya secara kreatif. Dan visi tersebut haruslah diselami dan dijiwai oleh semua stakeholder, sehingga gairah dan semangat mencapainya akan tetap membara dalam jangka panjang, mengingat bahwa pernyataan visi adalah merupakan trigger bagi perencanaan strategi jangka menengah hingga panjang.
3. Faktor Pendukung Pencapaian Visi 2050
Mendeklarasikan visi dan misi kebanyakan dimulai dengan analisis potensi diri dan perubahan lingkungan, atau biasa dikenal dengan istilah SWOT. Analisis SWOT akan melihat besarnya Peluang yang bisa diperoleh dari Potensi Kekuatan yang ada serta besarnya Ancaman akibat Potensi Kelemahan yang tidak dapat ditanggulangi.
Analisis SWOT yang tepat terbukti mampu dilakukan Singapura, negara tetangga dekat kita secara geografis. Tahun 1959, Lee Kwan Yew mengajak bangsa Singapura bangkit dan bekerja keras agar pada tahun 1980 (20 tahun kemudian) bisa menyamai bangsa Eropa, tapi tak seorangpun percaya. Mengapa demikian? Karena waktu itu GNP per capita Singapura hanya USD 400. Ternyata 31 tahun kemudian saat Lee mengundurkan diri sebagai Perdana menteri (1990), GNP percapita Singapura meningkat 60 kali lipat (6000 persen) dari USD 400. Contoh lainnya adalah di Finlandia, yang mampu bertransformasi dari negara dengan ekonomi SDA menjadi negara produsen ICT terkemuka dunia (contohnya NOKIA) hanya dalam waktu 15 tahun.
Jumlah penduduk yang besar disatu sisi bisa jadi peluang, tetapi disisi lain bisa jadi ancaman. Singapura dan Finlandia adalah contoh pelaku sukses visi negara dengan penduduk sedikit (sekitar +/- 5 juta jiwa), tetapi ternyata China adalah salah satu contoh sukses negara bervisi dengan jumlah penduduk lebih besar dari Indonesia.

4. Peran Pendidikan Dalam Pencapaian Visi
Diluar faktor lainnya, ternyata kualitas pendidikan memainkan peranan besar dalam pecapaian visi makmur suatu negara. Michael Porter, Professor Manajemen terkemuka dunia, dalam penelitiannya menyatakan bahwa pendidikan formal berperan strategis dalam pembangunan ekonomi. Tanpa pendidikan, maka akan ada penghalang yang kokoh dalam upaya pembangunan ekonomi. Kesimpulan Porter ini terutama diambil dari pengalaman Singapura dan Korea Selatan dalam awal membangun kemajuan negaranya yang menyeimbangkan antara pembangunan fisik dengan infrastruktur berupa sistem pendidikan dan pelatihan tenaga kerja. Kedua negara tersebut dalam dua puluh tahun pertama dari proses pembangunannya mengutamakan pembangunan infrastruktur termasuk pendidikannya.
Konsep pendidikan yang visioner mengungkap dua kalimat yang sangat menarik, yaitu : educate people to change, dan educate the future leader. Makna dari konsep tersebut adalah bahwa proses pendidikan harus merubah manusia untuk berkarakter pemenang, inovatif, kreatif, berwawasan dan berkekuatan untuk bersaing positif untuk mencapai visinya. Disamping itu, proses pendidikan harus mampu mencetak pemimpin yang mampu mengantar masa depan untuk pencapaian visi.
Penelitian Porter di Singapura dan Korea Selatan tersebut ternyata juga didukung oleh fakta serupa dari pendidikan visioner di China, dimana yang pada tahun 1990-1991 hanya menghasilkan 200.000 sarjana IPA dan teknik, ternyata 15 tahun kemudian (2004) telah mampu menghasilkan output 2,5 kali lipat sebanyak 500.000 orang pertahun.
Cerita sukses ini menunjukkan bahwa pendidikan, utamanya pendidikan tinggi adalah merupakan faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan negara, terutama ekonomi. Bila kita bandingkan, pernyataan pada Visi 2030 kurang mendudukkan peran pendidikan tinggi, sedangkan Visi 2050 menjelaskan lebih detail tentang peran intelektual capital dalam membawa Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2050.
5. Redefinisi Visi Dan Misi Indonesia 2050
Untuk membangun visi dan misi Indonesia yang terukur, kita dapat mengekstraknya dari Pembukaan dan UUD 45 baru dan meredefinisi visi dan misi Indonesia menuju 2050. Usulan atau proposisi terhadap Visi Indonesia 2050 adalah “Indonesia yang Mandiri, Humanis, Modernis, Demokratis, dan Kredibel.”
1. Langkah-langkah bersama mewujudkan masyarakat yang bermoral, berbudaya, dan beradab. Civilized disini menjadi sasaran pertama berdasarkan Falsafah Pancasila, yang dituangkan dalam Undang-Undang .
2. “freedom, rule of law and tolerance” itu harus duduk bersama, kalau itu duduk bersama demokrasi yang akan mekar dan tumbuh tentu adalah demokrasi yang mengandung harmoni di dalamnya.
3. Indonesia yang aman, damai, dan bersatu.
4. Indonesia yang asli dan lestari, maksudnya adalah yang bisa memelihara kesinambungan, berkelanjutan, sustainability dari pembangunan kita.
5. Indonesia ingin menjadi negara ekonomi besar, big five negara ekonomi besar dan dengan pendapatan disebutkan dengan 18 ribu perkapita.
6. Pengelolaan kekayaan alam dilakukan dengan mempertahankan keberlanjutannya, sustainability.
7. Kualitas hidup modern yang merata, self growth.
Misi Indonesia 2050 dapat mencakup :
• Mentransformasi Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dalam ekonomi yang berbasis pada pengetahuan.
• Mentransformasi kehidupan rakyat menuju kepada kehidupan yang humanis dan berwawasan lingkungan.
• Mentransformasi seluruh kegiatan ekonomi dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi tepat guna dan modern yang berbasiskan pada kapabilitas domestik terbuka.
• Mentransformasikan praktik kegiatan ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya bangsa, dan lingkungan secara demokratis dengan supremasi hukum.
• Meningkatkan kredibilitas bangsa dan negara di mata rakyat Indonesia sendiri dan pada lingkungan internasional.
6. Indonesia Jadi Negara Maju Tahun 2050
Indonesia akan menjadi negara maju pada tahun 2050 jika melakukan berbagai perubahan yang signifikan. Dengan semua faktor yang dmiliki, akan sampai pada kondisi itu pada tahun 2050 asalkan mampu melakukan perubahan yang signifikan.
Untuk mencapai cita-cita tersebut ada beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain :
1. Membangun bangsa dan negara secara terpadu dengan memberikan kelonggaran pada daerah untuk membangun dirinya.
2. Memadukan sumber daya alam dengan sumber daya pengetahuan.
3. Menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai pertumbuhan yang berkeadilan.
4. Memperkokoh pertahanan dan kemandirian bangsa dan meningkatkan kerjasama Internasional yang konstruktif serta mendorong peran dan kontribusi semua elemen bangsa dalam pembangunan.
Presiden juga menguraikan bahwa dalam jangka menengah yakni 10 tahun mendatang, sebelum menuju tahun 2050, ada beberapa target yang harus dicapai dalam pembangunan nasional untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. Target tersebut yaitu :
• Pengurangan kemiskinan secara tajam.
• Pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
• Peningkatan good governance seraya menegakkan penerapan hukum.
• Peningkatan sistem demokrasi yang harmonis serta memenangkan kompetisi dalam globalisasi.
Dalam 10 tahun ke depan pengurangan kemiskinan menjadi prioritas utama dengan meningkatkan penghasilan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya serta menciptakan lapangan kerja yang antara lain dilakukan dengan meningkatkan hubungan baik antara pemerintah, dunia usaha dan pekerja.
Selain itu, peningkatan ketahanan pangan dan ketahanan energi juga menjadi sasaran pemerintah serta mengajak pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun pertahanan dan keamanan yang stabil. Untuk tetap bersikap optimis dalam mengatasi segala masalah dalam rangka meningkatkan pembangunan nasional.Setiap masalah ada jalan keluar atau solusinya. Jika mau maju harus menjadi bangsa yang optimis.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengatakan, upaya membangun bangsa dan negara tidak hanya menghadapi tantangan dari domestik saja tetap juga dari lingkungan global. Terus berusaha terlibat aktif dalam hubungan baik secara kelembagaan maupun secara bilateral dengan berbagai negara lain.
7. Nanoteknologi diperkirakan akan menguasai dunia mulai tahun 2013.
Penggunaan teknologi berbasis nano akan memecahkan berbagai persoalan kemanusiaan seperti dalam bidang kesehatan dan pangan. Bahkan diramalkan, persoalan pangan tidak akan menjadi masalah lagi. Orang boleh makan apa saja, tidak khawatir sakit. Penyakit turunan disembuhkan. Orang buta melihat, dan orang tuli mendengar.
Hanya bangsa dan negara yang memiliki kemampuan menguasai teknologi tinggi dan canggih akan mengambil manfaat. Bangsa-bangsa yang tidak mampu mengantisipasi akan terus terpuruk, tetap berada di pinggiran dari panggung dunia yang menghadirkan kemajuan.
Pada lapisan yang lebih dalam sangat diperlukan sumber daya manusia yang andal, yang mampu menguasai perkembangan dan kemajuan teknologi untuk peningkatan kesejahteraan manusia.
Arah perkembangan kemajuan setiap bangsa akan sangat tergantung pada kemampuan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan andal. Maka bisa terjadi, negara yang sudah maju akan bertambah maju, atau sebaliknya. Negara yang tidak maju bisa menjadi maju, atau malah semakin terpuruk.
Dalam menghadapi tantangan masa depan itu, orang tidak cukup lagi hanya masuk ke dalam, melihat kemampuan diri, tetapi juga menengok ke luar dengan memerhatikan kekuatan bangsa-bangsa lain. Kompetisi tidak terhindarkan.
Pergerakan ke depan akan berlangsung dalam semangat kompetisi tinggi. Pasti ada yang terempas dan tak sampai. Bangsa yang kehilangan gairah akan kehabisan tenaga dan akan tertinggal jauh di belakang.
Bangsa-bangsa yang hidup dari oportunitas kekinian dan berpikiran pendek dengan mengandalkan the art of the possible belaka akan cepat kehilangan napas menghadapi perjalanan jauh ke depan.
Maka, yang diperlukan imajinasi dan visi yang kuat ke masa depan, yang harus diikat dalam komitmen kerja sebagai agenda yang konkret dan jelas. Tidak kalah pentingnya peran pemimpin dan kepemimpinan, yang memberikan arahan dan kawalan terhadap proses perubahan agar masa depan lebih baik ketimbang masa kini.
Namun, jelas pula, pilihan-pilihan besar dan strategis tidaklah muncul dari ketajaman pikiran para politisi, melainkan dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan menguasai pengetahuan dan teknologi, bangsa Indonesia dapat melangkah maju bersama bangsa-bangsa lain.
Apa pun tantangannya, Indonesia tidak bisa melangkah mundur lagi atau kembali ke masa lampau karena harus menemukan solusi baru dalam mengatasi berbagai persoalan masa depan.
Tentu saja Indonesia belum kehabisan seluruh potensinya untuk melakukan perbaikan dan perubahan. Sejarah telah memberikan sejumlah tugas khusus kepada bangsa dan negara Indonesia untuk melakukan transformasi yang berjangkauan jauh ke depan.
8. Kesimpulan
Bangsa Indonesia tidak akan memiliki masa depan yang cerah jika tidak memiliki cita-cita dan idealisme. Hidup dalam pragmatisme dan keseharian. Sebagai bangsa janganlah kering dari cita-cita, pemikiran besar, serta gagasan-gagasan dan idealisme itu. Mengubah mimpi menjadi kenyataan.
Kita juga tidak akan maju dan kalah, kalau kita tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Di atas segalanya, menyangkut Visi Indonesia tahun 2050, kita juga tidak akan dapat mewujudkan cita-cita besar itu, kalau kita tidak bersatu, tidak berjuang bersama untuk membangun hari esok kita.